Meski banyak orang yang masih salah kaprah dalam penyebutan generasi remaja dengan generasi milenial, namun pada dasarnya generasi remaja ini tidak terlalu ambil pusing. Mereka yang lahir pada rentang tahun 1995 hingga 2015, dikategorikan sebagai generasi Z.
Sesuai dengan budaya dan tahun dimana mereka lahir, generasi ini sudah akrab dengan namanya internet, informasi yang melimpah dan juga nilai social budaya yang semakin luas biasnya. Sehingga, terang saja mereka tidak terlalu ambil pusing dengan salah kaprahnya julukan mereka. Ini terkait dengan karakter mereka sebagai berikut.
Karakter Generasi Z Dan Hubungannya Dengan Mental Health
Dari sekian banyak karakter umum yang melekat pada generasi Z, berikut ini beberapa karakter yang berpotensi memengaruhi kesehatan mental. Untuk itu, mari simak dalam ulasan berikut ini.
1. Kurang Tahan Fokus
Lahir dalam riuhnya dunia nyata dan ruang dunia lain yang bernama internet, membuat generasi ini rentan terhadap empati dan focus. Bisa dilihat saat ini, social media berupa Tik Tok, Instgaram dan lainnya. Mereka menyediana ruang untuk up date video story dalam durasi yang pendek.
Ini mereka ciptakan bukan tanpa alasan, karena segmentasi mereka adalah generasi-generasi yang memiliki tingkat durasi focus yang relati rendah. Sehingga, ini sangat cocok dan disukai. Lihat saja, booming sekali bukan penggunaan fitur-fitur aplikasi tersebut?
Demikian juga dalam kehidupan sehari-hari, dengan tingkat focus yang rendah. Mereka kebanyakan membutuhkan sesuatu yang instan. Termasuk dengan hal-hal yang mereka inginkan, maunya serba cepat dan mudah. Dalam jangka panjang, jika tidak dikelola dengan baik, hal ini dapat merusak kesehatan mental.
Bisa dengan mudah merasa depresi, mudah mendiagnosis diri sendiri mengindap mental illness, mudah insecure dengan hal-hal yang dirasa tidak sama dengan panutan atau idolanya, serta beragam hal lain yang mungkin bagi generasi milenial sebenarnya ini sangat ‘receh’.
2. Proteksi Diri Yang Kuat
Berbeda dengan kaum millennial yang lebih menyukai berbagi pengalaman dengan orang lain dan lebih terbuka. Generasi Z justru sebaliknya. Mereka lebih suka memendam informasi pribadi sendiri dan tidak terlalu percaya dengan orang lain. Ini berpengaruh terhadap mental health.
Dengan kesukaannya dalam memendam sendiri, mereka akan lebih rentan mengalami depresi dan juga gangguan kesehatan mental lainnya. Karena dalam kehidupan sehari-hari, mereka ini menanggung beban yang besar. Paradigma orang tua, lingkungan dan juga sekitar yang membuat mereka harus terus menjadi seperti idolanya.
Belum lagi, keunggulan mereka dalam multi tasking memang sangat hebat dan juga daya realitisnya yang luar biasa, membuat mereka harus tahan banting dan lebih kuat menghadapi tekanan dari sekitar. Unutuk itu, sangatlah jelas bahwa generasi Z ini memiliki peluang untuk mengalami gangguan mental health.
Agar tidak terjebak dalam fragmen-fragmen tidak menguntungkan tersebut, apalagi dalam kondisi serangan pandemic global seperti ini. Membuat generasi Z harus berjuang lebih keras lagi untuk adaptasi. Misanya dalam hal school from home, work from home juga job seeker yang harus siap dengan gig economy. Adapun cara-cara adaptasi yang bisa ditempuh agar mental health tetap terjaga, misalnya dengan hal-hal berikut ini.
- Saring teman dan hindari toxic friend. Orang-orang yateng termasuk dalam kategori ini adalah teman yang hanya datang saat ada butuhnya saja, mereka yang mengaku teman tetapi suka membicarakan diri kita di belakang dan juga tipe orang yang memuji setinggi langit di depan, tapi menusuk dari belakang.
- Jangan takut berbagi dan bertemu orang baru. Luasnya akses komunikasi lewat internet, memungkinkan generasi Z untuk bertemu orang-orang baru melalui media kelas online, WEBINAR dan sejenisnya. Dengan bertemu orang baru, maka pengetahuan dan pergaulan bertambah.
Demikianlah ulasan mengenai mental health yang harus dijaga, terutam pada generasi Z. Sebab generasi unik ini memliki beberapa cirri khas karakter unik yang bisa mengakibatkan terganggunya mental health, apalagi di kondisi pandemic ini. Salam sehat.

0 Comments
EmoticonEmoticon